Judul : Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan
link : Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan
Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan
Manusia berada di antara kelompok minoritas mahluk hidup yang tidak bergerak atau berpindah karena kekuatan di luar kendalinya. Tak ada pergerakan yang terjadi karena arus, terbang terbawa udara, atau menumpang pada organisme lainnya. Kita sendiri yang menggerakkan tubuh kita kita sendiri, jika sebaliknya maka kita telah mati.
Oleh karena itu mode gerak kita sangat stabil dan kuat, sekuat kita menggerakkannya. Kita dikarunia otot yang liat, tulang yang kokoh, sendi yang lentur untuk tumbuh, berlari dan bergerak. Tulang hanya melakukan apa yang diperintahkan otot. Sementara otot mendapat pesan dari otak melalui syaraf.
Rantai perintah ini membuat kita mampu membuat langkah pertama untuk mencapai cita-cita, tujuan tinggi. Yang membuat kita bisa disebut manusia bukan hanya fakta bahwa kita bisa bergerak berdasarkan kehendak kita sendiri, bahwa otak kita mampu merespon apa yang terjadi di sekeliling, namun juga kemampuan kita untuk mengevaluasi, membebaskan dan memilih.
Reaksi kita terhadap stimulus luar tubuh menjaga tubuh senantiasa memiliki energi dan mampu bergerak. Semakin banyak kita bergerak, semakin mahir jadinya.
Sejak tendangan pertama janin manusia atau perubahan posisinya secara spontan di dalam rahim hingga akhir kehidupan, lingkungan tempat tinggal kita terus memberikan satu komponen kunci, stimulus. Otak akan terangsang secara eksternal untuk menggerakkan otot rangka.
Saat ini kita berhadapan dengan kehidupan modern yang tidak mensyaratkan banyak gerak dan kurangnya stimulus. Hal ini membedakan kita dengan nenek moyang, salah satu perbedaannya adalah kita bisa memilih untuk tidak bergerak. Dalam kehidupan modern, gerak menjadi suatu pilihan. Bekerja dan bermain di era modern tak lagi secara intens melibatkan fungsi utama sistem gerak. Padahal semakin sedikit kita bergerak semakin tak mahir kita bergerak.
Nah hal itu sedikit banyak menjelaskan kenapa kualitas hidup nenek moyang kita lebih baik dari kita.
Oleh karena itu mode gerak kita sangat stabil dan kuat, sekuat kita menggerakkannya. Kita dikarunia otot yang liat, tulang yang kokoh, sendi yang lentur untuk tumbuh, berlari dan bergerak. Tulang hanya melakukan apa yang diperintahkan otot. Sementara otot mendapat pesan dari otak melalui syaraf.
Rantai perintah ini membuat kita mampu membuat langkah pertama untuk mencapai cita-cita, tujuan tinggi. Yang membuat kita bisa disebut manusia bukan hanya fakta bahwa kita bisa bergerak berdasarkan kehendak kita sendiri, bahwa otak kita mampu merespon apa yang terjadi di sekeliling, namun juga kemampuan kita untuk mengevaluasi, membebaskan dan memilih.
Reaksi kita terhadap stimulus luar tubuh menjaga tubuh senantiasa memiliki energi dan mampu bergerak. Semakin banyak kita bergerak, semakin mahir jadinya.
Sejak tendangan pertama janin manusia atau perubahan posisinya secara spontan di dalam rahim hingga akhir kehidupan, lingkungan tempat tinggal kita terus memberikan satu komponen kunci, stimulus. Otak akan terangsang secara eksternal untuk menggerakkan otot rangka.
Saat ini kita berhadapan dengan kehidupan modern yang tidak mensyaratkan banyak gerak dan kurangnya stimulus. Hal ini membedakan kita dengan nenek moyang, salah satu perbedaannya adalah kita bisa memilih untuk tidak bergerak. Dalam kehidupan modern, gerak menjadi suatu pilihan. Bekerja dan bermain di era modern tak lagi secara intens melibatkan fungsi utama sistem gerak. Padahal semakin sedikit kita bergerak semakin tak mahir kita bergerak.
Nah hal itu sedikit banyak menjelaskan kenapa kualitas hidup nenek moyang kita lebih baik dari kita.
Demikianlah Artikel Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan
Sekianlah artikel Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2014/02/gerak-sebagai-reaksi-dan-pilihan.html

0 Response to "Gerak Sebagai Reaksi dan Pilihan"
Post a Comment