Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri

Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri - Hallo sahabat Meta News, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel biografi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri
link : Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri

Baca juga


Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri

Dua menit setelah kelahiran saudara kembarnya yang tidak identik, dia lahir. Ibunya artis Marlene Jobert dan ayahnya seorang dokter gigi, Walter Green. Kakek dari darah sang ayah adalah Sang Komposer Perancis, Paul Le Flem. Dan walaupun berdarah Yahudi, bisa dibilang Eva Green dibesarkan tanpa agama.
Di sekolah Green sangat pendiam dan mulai tertarik dengan Egyptology sejak ia mengunjungi museum Louvre, Paris pada usia 7 tahun.
Eva Green
Suatu kali ia menyaksikan Isabelle Adjani dalam drama The Story of Adele H. Akting Isabelle Adjani begitu memukau sehingga Green yang saat itu berusia 14 tahun ingin menjadi seorang aktris.
Mendengar keinginan sang putri, ibunya sangat khawatir dengan jiwa putrinya yang sangat sensitif. Namun Green begitu keras kepala hingga sang ibu akhirnya menyerah dan berbalik mendukung Green untuk mewujudkan cita-citanya.
Green muda belajar akgting di St. Paul Drama School dan Webber Douglas Academy of Dramatic Art. Dia juga belajar penyutradaraan film di New York University.
Selama bermain di drama-drama sekolah Green selalu berusaha mengambil peran "jahat" karena, "itu cara yang tepat untuk meluapkan emosi kita sepanjang hari."

Green muda begitu keras kepala, sehingga ibunya tak mampu mencegah keinginannya untuk menjadi seorang aktris. Sifat itu melekat hingga dewasa. Setelah tampil di panggung dalam Jalousie en Trois Fax (2001) dan Turcaret (2002), Green mengambil sebuah peran yang kontroversial di debutnya di dunia film, sebagai Isabelle dalam The Dreamers (2003) yang disutradarai oleh Bernardo Bertolucci . Dalam The Dreamers, Green harus beradegan telanjang. Ibunya mengingatkan akan Maria Schneider yang mengalami pengalaman traumatik setelah bermain dalam film Bernardo "Last Tango in Paris".

Foto-foto Adegan Hot Eva Green di The Dreamers
Well, lagi-lagi Green tidak peduli apa kata orang.
Walaupun adegan telanjangnya benar-benar membuat malu keluarganya, aktinya sendiri dalam film The Dreamers menuai banyak pujian, banyak orang membandingkannya dengan Liv Tyler. Aktingnya dalam film The Dreamers pulalah yang membuat Ridley Scott memberikan peran Sybila of Jerussalem dalam film Kingdom of Heaven (2005).

Green, tidak pelak lagi adalah seorang aktris eksentrik yang menarik dan tentu saja cantik. "Orang menganggap saya pribadi yang dingin dan cenderung kaku. Saya selalu menjaga jarak. Dan itu pula alasan saya menyukai akting. Saya selalu bisa memakai topeng."

Jika tidak sedang syuting, Green lebih suka menghabiskan waktu dengan buku yang bagus dan anggur yang enak.  Dalam hingar bingar Hollywood, Green lebih mirip tipikal Femme Fatale, sosok wanita misterious dan penggoda.

Hmmmm!! Memang begitu sepertinya.





Demikianlah Artikel Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri

Sekianlah artikel Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2014/03/eva-green-si-liar-yang-penyendiri.html

0 Response to "Eva Green : Si Liar Yang Penyendiri"

Post a Comment