Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19

Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19 - Hallo sahabat Meta News, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19 , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel biografi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19
link : Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19

Baca juga


Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19

mary anning
Mary Anning dengan anjingnya, Tray,
dilukis sebelum tahun 1833, saat Tray
tewas di lereng bukit

Masa Kecil Yang Pilu dan Ajaib

Mary Anning dilahirkan di Lyme Regis di Dorset, Inggris. Ayahnya, Richard adalah seorang pembuat kabinet yang nyambi sebagai penambang fossil di lereng bukit dekat kota itu kemudian menjual hasil penemuannya ke turis-turis yang datang. Ayahnya menaikahi Mary Moore, Molly, pada tanggal 8 Agustus 1793 di Blandford Forum. Pasangan itu kemudian pindah ke Lyme dan tinggal di sebuah rumah yang dibangun di atas jembatan kota. Mereka sering menghadiri misa di sebuah kapel yang para pengikutnya menyebut diri sebagai umat kristen yang bebas merdeka. Di kemudian hari, kelompok tersebut dinamakan Congregationalist. Shelley Emling (seorang jurnalis Amerika), pernah menulis bahwa keluarga Anning tinggal sangat dekat dengan laut sehingga jika badai datang, rumah Anning pasti kebanjiran, dan pernah suatu waktu anggota keluarga itu harus harus keluar melalui jendela loteng agar tidak terhanyut oleh banjir.

Richard dan Molly mempunyai 10 anak. Anak pertama mereka Mary, lahir pada tahun 1794, yang diikuti dengan kelahiran anak perempuan lagi yang meninggal, kemudian lahir Joseph, 1796 dan anak laki-laki lagi pada tahun 1798, yang meninggal dalam kandungan. Pada bulan Desember tahun itu, anak tertua yang berusia 4 tahun meninggal karena terbakar saat menambahkan kayu di perapian. Ketika lahir anak perempuan lagi, pasangan tersebut menamai anak itu dengan Mary, nama anak pertama yang meninggal tersebut. Setelah itu lahir beberapa anak, namun tidak ada yang bertahan lama. Semuanya meninggal dalam usia muda. Hanya Mary dan Joseph yang akan bertahan hingga menginjak dewasa. Kasus meninggalnya anak yang begitu tinggi bukan hal aneh pada saat itu di Inggris. Hamir separo dari anak-anak yang lahir pada abad 19 meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, kebanyakan disebabkan oleh cacar air yang belum ditemukan imunnya.

rumah mary anning
Sketsa Rumah Mary Anning 1842
Pada tanggal 19 Agustus 1800, saat Anning berusia 15 bulan, ada sebuah kejadian yang terkenal. Anning sedang digendong oleh tetangganya, Elizabeth Haskings. Dia berdiri dengan dua wanita lainnya di bawah pohon elm sambil menyaksikan pertunjukan kuda yang diadakan oleh sekumpulan pelancong penunggang kuda. Tiba-tiba sebuah kilat menyambar pohon elm tersebut dan membunuh tiga wanita yang sedang berada di bawahnya. Orang-orang yang melihatnya segera membawa Anning ke rumah dan memandikannya dengan air hangat. Sebuah keajaiban : Mary Anning selamat. Seorang dokter lokal disitu mengatakan bahwa selamatnya Mary Anning betul-betul sebuah keajaiban. Di kemudian hari, bakat-bakat, kecerdasan, kebaikan hati Mary Anning akan selalu dihubungkan oleh para penduduk disitu dengan kejadian tersebut.

Mary Anning hanya mengenyam pendidikan sedikit. Dia hanya belajar membaca dan menulis di sekolah minggu Congregationalist. Berbeda dengan gereja-gereja di Inggris pada umumnya saat itu, Gereja Congregationalist begitu mementingkan pendidikan untuk kaum papa.

Fossil sebagai Bisnis Keluarga

Pada akhir abad 18, Lyme Regis menjadi terkenal terutama pantainya. Setelah 1792 saat pecah revolusi Prancis, banyak orang kaya yang datang ke tanah Inggris dan membeli tanah di sana. Orang-orang kaya dan turis kelas menengah meningkat. Bisnis menjual fossil yang disebut sebagai "curio" sudah banyak dilakukan sebelum Mary Anning lahir. Fossil-fossil bernilai tinggi yang bercorak warna-warni bahkan banyak yang dikaitkan dengan mistik dan dunia pengobatan. Lambat laun, masyarakat di sana akahirnya memahami bahwa fossil merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan dan pentingnya fossil bagi ilmu geology dan biology.

Sumber fossil utama saat itu adalah tebing pantai di sekeliling Lyme Regis, yang disebut sebagai Blue Lias. Di daerah itu banyak dijumpai fossil sedimen-sedimen fossil dari masa Jurssic (210-195 juta tahun yang lalu). Tebing tersebut sangat berbahaya dan tidak stabil, apalagi saat musim dingin tiba dan hujan menyebabkan longor. Namun saat itulah para kolektor beramai-ramai datang ke sana untuk mencari fossil-fossil yang dibawa oleh tanah longsoran.

Ayah Mary, Richard, sering membawa Mary dan Joseh berburu fossil untuk menambah pendapatan keluarga. Mereka akan menjualnya ke para turis dengan meletakkannya di atas meja di depan rumah. Masa itu adalah masa-masa sulit bagi para kaum papa Inggris. Revolusi Prancis dan Perang Napoleon menyebabkan pasokan makanan menjadi menipis. Harga gandum meningkat tiga kali lipat dibanding tahun 1792, sedangkan upah untuk para pekerja tidak mengalami perubahan. Di Dorset, kenaikan harga tersebut menyebabkan huru-hara. Richard juga ikut dalam gerakan memprotes menurunnya pasokan bahan makanan tersebut.

google doodle mary anning
Google Doodle Mary Anning

Penemuan Anning

  • Ichthyosaurs
  • Plesiosaurus
  • Ikan Fossil dan pterosaur
  • Invertebrates




Demikianlah Artikel Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19

Sekianlah artikel Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19 dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2014/05/mary-anning-haru-biru-paleontology-abad.html

0 Response to "Mary Anning : Haru Biru Paleontology Abad 19 "

Post a Comment