Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya

Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya - Hallo sahabat Meta News, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel islam, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya
link : Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya

Baca juga


Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya

Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya

Mungkin dalam benak kita terlintas sebuah pertanyaan seperti judul di atas. Ya, kenapa kita menyalahkan setan atas semua kejahatan yang terjadi sementara Allah ada di balik semua kejadian.

Dalam surah Al Baqarah : 30 Allah SWT berfirman :
"Perhatikan saat Allah berkata kepada para malaikat, "Aku akan meciptakan seorang khalifah di muka bumi." Para malaikat berkata, "Apakah Engkau akan menempatkan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana? Sementara kami selalu memuji nama-Mu dan membesarkan nama-Mu?" Allah menjawab, "Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui."

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan tentang rencananya menciptakan seorang khalifah atau wakilnya di muka bumi. Dia akan menciptakan seorang manusia dan menempatkannya di surga.

"Kami berkata, "Hai Adam! tinggallah kamu dan istrimu di surga; dan makanlah makanan yang enak-enak di sana semaumu; tapi jangan sekali-kali dekati pohon ini; atau kamu akan jatuh ke dalam kerugian dan kehinaan." (Al Baqarah : 35).

Ada perbedaan dalam menafsirkan kata surga di ayat tersebut. Sebagian berpendapat bahwa surga yang dimaksud disini bukanlah surga sesungguhnya namun bumi yang penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.

Surga yang dimaksud di ayat tersebut bukanlah surga seperti yang dijanjikan oleh-Nya setelah hari kiamat, jadi pemahaman kita hendaknya adalah surga tersebut merupakan surga yang berwujud bumi yang penuh kedamaian dan kebahagiaan. Dan Dia menjadikan bumi sebagai tempat ujian untuk manusia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu, besar dan kecil, baik dan buruk, dan memberikan semua mahluk dan benda sifat dan tanggung-jawab masing-masing.
Khusus untuk Jin dan manusia, Dia memberikan hak kebebasan untuk memilih dan bertindak dalam batasan-batasan tertentu. Dalam kerangka rencana Allah pula, Iblis-pun punya pilihan antara mematuhi atau melanggar perintah Allah SWT.

Iblis menentang Allah SWT karena kesombongannya, dan karena itu ia mendapatkan hukuman karena sifatnya tersebut. Karena kebijaksanaan Allah SWT, iblis diberi penangguhan selama waktu yang telah Dia tentukan, dan tidak dihalangi pula untuk menipu daya manusia kepada jalan kesesatan.
Tetapi Iblis tidak punya kekuatan apapun terhadap hamba-hamba-Nya yang lurus. Dalam hal ini, kita, manusia diberi kebebasan memilih antara jalan-Nya atau jalan iblis.

Tetapi bukankah Allah SWT memberi hidayah kepada sebagian dan menyesatkan sebagian manusia?
Untuk lebih jelasnya bacalah ayat berikut ini :

"Perhatikanlah! Allah tidak merasa hina dengan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Bagi orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa itu adalah kebenaran dari sang Pencipta -- sementara bagi orang-orang yang ragu mereka membantah kebenaran itu, "Mengapa Allah membuat perumpamaan seperti ini?" Dengan cara ini Dia membuat banyak orang tersesat dan banyak pula yang diberi petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan-Nya untuk dihubungkan, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (Al Baqarah : 26-27)

Dalam ayat tersebut Allah SWT jelas memberikan kesempatan yang adil bagi manusia untuk dibimbing ke jalan yang lurus atau yang salah.
Allah SWT adalah pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan Dia adalah sumber segala kejadian di muka bumi. 

Perhatikan ayat di atas : Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan-Nya untuk dihubungkan, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.

Perjanjian Allah yang dimaksud artinya kewajiban manusia untuk menggunakan kemampuan yang diberikan Allah di jalan yang dikehendaki-Nya. Seperti akal manusia, jika digunakan dengan benar, akan membimbingnya pada kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT lebih lanjut berfirman :
"Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan-Nya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat kesudahan yang baik." (Ar Rad : 21-22)

Semoga Allah SWT selalu menunjukkan kita jalan Kebenaran!
Amiin!




Demikianlah Artikel Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya

Sekianlah artikel Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2014/09/kenapa-menyalahkan-setan-jika-allah-ada.html

0 Response to "Kenapa Menyalahkan Setan Jika Allah Ada di Balik Semuanya"

Post a Comment