Judul : Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN
link : Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN
Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
Ingatlah! pengabdian yang tulus adalah karena Allah (saja)
(Q.S Az Zumar : 3)
Menjadi hamba Allah sejati berarti harus ditujukan kepada-Nya dan Dia saja. Ia merupakan fokus dari kehidupan, dan semua yang lain berputar di sekitar-Nya. Sama seperti para peziarah mengelilingi sekitar Ka'bah, Orbit kehidupan orang yang beriman bertitik pusat pada keridhaan Allah. Itulah arti keseluruhan dari penyerahan diri kepada Allah.
Seorang pria datang kepada Nabi Muhammad SAW dan bertanya apakah mereka akan mendapatkan pahala dari Allah jika mereka memberi kekayaan kepada orang lain untuk mendapatkan ketenaran. Nabi menjawab tidak akan. Dia kemudian bertanya apakah mereka akan mendapatkan hadiah jika mereka memberi kekayaan untuk menyenangkan Allah dan untuk mendapatkan ketenaran. Nabi menjawab bahwa Allah hanya menerima apa yang tulus bagi-Nya, dan ia membacakan ayat di atas.
Allah SWT sangat layak mendapatkan pengabdian dan penghambaan yang tulus dari hamba-hamba-Nya. Tidak boleh dinodai dengan cinta diri dan / atau keinginan untuk ketenaran dan kehormatan. Sebagaimana Quran telah mengajari kita untuk mengatakan; Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al An'am: 162)
Kenyataannya, egoisme itu dan orang lain selalu menyertai di balik banyak tindakan yang kita lakukan. Sulit untuk membersihkan perbuatan kita semua dari kotoran tersebut dan memerlukan kewaspadaan terus-menerus. Kita perlu terus-menerus menguji diri untuk melihat apakah pengabdian kita benar-benar tulus. Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut ketika Anda melakukan perbuatan baik atau tindakan pengabdian:
- Apakah pujian dari orang yang sangat penting bagi Anda? Nabi mengatakan; Tentu saja ada kenyataan untuk setiap kebenaran dan seorang hamba tidak dapat mencapai realitas Ikhlas kecuali dia tidak suka orang memujinya atas tindakan yang telah dilakukan demi Allah. [Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, vol. 72, p.304, hadits # 51]
- Jika orang mengkritik Anda, apakah Anda terus melakukan perbuatan baik? Dalam Al-Qur'an, ketika Allah menjelaskan orang-orang yang Dia kasihi dan yang mengasihi Dia, Dia mengatakan mereka tidak takut celaan orang-orang yang mencari-cari kesalahan (05:54). Itulah tekad mereka bahwa kritik dari orang lain tidak mengganggu mereka.
- Apakah Anda puas dengan hanya berharap keridhoan Allah atas setiap perbuatan Anda, atau apakah Anda mengharapkan sesuatu sebagai imbalan? Ulama besar Syaikh al-Baha'i (ra) telah meriwayatkan bahwa orang-orang yang mencintai Allah mengatakan bahwa: "Ikhlas Berarti menjaga tindakan agar tidak ada selain Allah yang memiliki peran di dalamnya dan bahwa pelaku dari tindakan tersebut seharusnya tidak menginginkan apapun imbalan untuk itu di dunia dan di akhirat.
Berusahalah untuk menjaga pengabdian Anda murni untuk Allah. Ini akan membersihkan dan memperindah jiwa, sehingga bersinar dengan Cahaya Allah SWT.
Demikianlah Artikel Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN
Sekianlah artikel Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2014/10/refleksi-al-quran-az-zumar-ayat-3.html
0 Response to "Refleksi Al Quran Az Zumar ayat 3 : KEIKHLASAN"
Post a Comment