Judul : Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14)
link : Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14)
Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14)
وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dan jika kamu memaafkan, menahan diri dan mengampuni, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang (Q.S. At Taghabun : 14)
Ayat ini menjelaskan tentang tingkatan memaafkan.
Ada tiga tingkatan memaafkan yang disebutkan dalam ayat ini. Untuk betul-betul memaafkan, kita harus melalui tiga tahapan di bawah ini.
- ‘Afw, atau Memaafkan. Diartikan sebagai memaafkan perbuatan salah. Menurut Imam Ali R.A. memaafkan adalah mahkota bagi seluruh sifat mulia. Memaafkan termasuk dalam membebaskan, memberi kesempatan, memahami kelemahan, tidak menganggapnya serius dan tidak terfokus pada kesalahannya terus-menerus. Jika kita bisa melalui tahap ini, kita akan sampai pada tahapan memaafkan yang sebenarnya.
- Safh, atau Menahan Diri (Sabar). Berarti berhenti untuk terus menyalahkan, melalui perkataan maupun perbuatan. Karena kadang-kadang, kita merasa sudah memaafkan tetapi masih terus saja membicarakan atau mengingat orang yang telah melukai kita. Kata-kata, tindakan, tindak-tanduk, dan bahkan perasaan harus dibebaskan. Memaafkan yang tulus meliputi totalitas : rohani dan jasmani. Imam Ali Alr-Rida menjelaskan kata safh dalam ayat ini berarti memaafkan seseorang tanpa hukuman, kekasaran atau mengingatnya terus-menerus.
- Ghufrān, atau Mengampuni : Berarti menghapus segala perbuatan salah yang telah diperbuat oleh seseorang dan segala efek negatif yang timbul darinya. Saat Allah SWT mengampuni seorang hamba, Dia membebaskan hamba tersebut dari balasan siksaan, menghapus catatan dosanya.
Konsep memaafkan ini sangat powerful. Karena jika kita tidak bisa memaafkan, apa yang terjadi di masa lalu akan meracuni masa kini. Dan juga akan mengotori masa depan. Hal ini juga akan memperbaiki kualitas hubungan antar sesama muslim. Memaafkan termasuk dalam cinta. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya dan selalu membuka pintu maaf-Nya untuk hamba-Nya.
Memaafkan juga sifat yang indah, namun tidak bisa dipungkiri sangat sulit untuk dilakukan. Sering kali kita memang memaafkan namun tidak bisa melupakan apa yang orang lain telah perbuat kepada kita. Memori memang menjadi bagian dari manusia, namun kita bisa mengatur bagaimana kita mengingat segala sesuatunya dengan memori itu.
Selalu ingat ayat ini untuk membantu kita agar bisa benar-benar memaafkan.
Diterjemahkan dari :
Sayyid Muhammad Husayn Tabataba’i, Tafsir al-Mizan; Ayatullah Nasir Makarim Shirazi (ed.), Tafsire Namune; Agha Muhsin Qara’ati Kashani, Tafsir Nur; Muhammadi Rayshahri, Mizanul Hikmah
Demikianlah Artikel Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14)
Sekianlah artikel Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14) dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2014/10/refleksi-al-quran-memaafkan-dan.html
0 Response to "Refleksi Al Quran : Memaafkan dan Melupakan (Q.S At Taghabun : 14)"
Post a Comment