Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)

Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) - Hallo sahabat Meta News, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel biografi, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)
link : Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)

Baca juga


Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)

Ahok

Ahok boleh jadi merupakan sebuah fenomena. Seorang Gubernur yang sering keluar dari pakem. Pakem keindonesiaan yang biasanya sopan dan lemah lembut (lebih mengacu pada pakem jawa kayaknya :red). Setiap warga negara Indonesia sekarang kenal dengan Ahok, apalagi sejak menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta dan kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Jokowi yang naik tahta menjadi Presiden Republik Indonesia. Duo yang fenomenal dan menjadi mainstream dunia perpolitikan baru Indonesia.
Tetapi siapa sebenarnya Ahok?

Riwayat Pendidikan Ahok

Ahok berasal dari Desa Gantung, desa Laskar Pelangi, Belitung. Selepas SMA, Ahok melanjutkan sekolah ke Universitas Trisakti, jurusan Teknik Geologi. Ahok menamatkan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana pada tahun 1989. Kemudian Ahok pulang dan menetap di kampung halamannya, mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak dalam kontraktor pertambangan PT TIMAH.
Dua tahun menggeluti dunia kontraktor membuat Ahok berpikir bahwa tidak cukup hanya berbekal keahlian teknik untuk mengelola perusahaan kontraktor tersebut, ada satu bidang lagi yang harus ia pelajari : Manajemen yang profesional.
Ahok kemudian melanjutkan S2 di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya Jakarta mengambil bidang Manajemen Keuangan. Setelah mendapat gelar Master in Business Administration atau Magister Management (MM) Ahok bekerja di PT Simaxindo Primadaya Jakarta, sebuah perusahaan kontraktor pembangunan listrik sebagai staff direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Pada tahun 1995, Ahok memutuskan keluar dari perusahaan dan pulang kampung.
Pada tahun 1992, sebelum keluar dari perusahaan tersebut Ahok sudah mendirikan perusahaan sendiri, PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan pembanguna pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995.
Pabrik tersebut diharapkan dapat menjadi proyek percontohan untuk mensejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, manajemen), dan juga memberikan kontribusi bagi pendapatan asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya alam yang terbatas.
Visi Ahok mengetuk hati salah seorang mantan pejuang kemerdekaan, Alm Wasidewo. Dengan bantuan Wasidewo inilah, Ahok kemudian dapat memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman.

Kiprah Politik Ahok

Seperti yang dikatakan oleh Ahok bahwa alasan dia terjun di dunia politik adalah karena kemarahan. Ahok sendiri mendapatkan pengalaman pahit dengan birokrasi yang korup dan sewenang-wenang. Pabrik yang dia dirikan berdasarkan visi yang mulia ditutup karena kesewang-wenangan pejabat waktu itu. Sempat terlintas niatan untuk pindah ke luar negeri, namun hal tu ditentang oleh ayahnya sendiri. Ayah Ahok meyakinkannya bahwa suatu saat rakyat Indonesia akan memilihnya untuk memperjuangkan nasib mereka.
Sang ayah, Kim Nam, memberikan ilustrasi yang cukup mengena di hati Ahok. Jika ia ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat Indonesia dengan masing-masing menerima 500 ribu, maka itu hanya cukup dibagikan kepada 2000 orang, namun jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, ia bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat dengan mengalokasikan APBD yang berpihak kepada rakyat.
Ada sebuah alasan lagi kenapa Ahok terjun di dunia politik yaitu keyakinan Kong Hu Chu, orang miskin jangan lawan orang kaya, orang kaya jangan lawan pejabat.
Saat pertama kali masuk politik Ahok bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr Syahrir. Pada tahun 2004, Ahok mencalonkan diri sebagai anggota Legislatif. Berbekal modal seadanya dan tanpa politik uang, ia berhasil menjadi anggota DPRD kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.
Selama menjadi anggota DPRD, ia berhasil menunjukkan integritasnya dengan menolak uang SPPD fiktif dan menjadi satu-satunya anggota DPRD yang mau langsung terjun ke bawah untuk berinteraksi dengan masyarakat bawah.
Selama 7 bulan menjadi anggota DPRD banyak dukungan agar ia mencalonkan diri menjadi bupati Belitung Timur pada tahun 2005.

Ahok Melenggang ke Jakarta 



Demikianlah Artikel Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)

Sekianlah artikel Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2015/03/biografi-ahok-basuki-tjahaja-purnama_24.html

0 Response to "Biografi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)"

Post a Comment