Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin

Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin - Hallo sahabat Meta News, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Hologram, Artikel Sastra, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin
link : Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin

Baca juga


Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin

Kami pulang dalam diam.

Besok, hari-hari yang kulalui akan berbeda dengan kemarin. Baginya juga. Kami telah terbiasa bersama, sehari tak bertemu serasa seminggu, seminggu serasa selamanya. Aku tahu itu tidak akan mudah. Diriku dan dirinya seumpama untaian kata dengan sang penyair. Ia akan selalu mencari untaian kata itu, membelainya, merasakannya dan menuliskannya dengan tangan yang serasa diberkati.

Walaupun kami berdua telah menduga akan datangnya saat-saat seperti ini, namun kami masih berharap jika hal itu bisa diundur waktunya.

Kami memang tak pernah merasa cukup, selalu haus. Buah yang ranum itu telah kami makan bersama. Membuat kami selalu dahaga setiap kali menelannya. Awalnya cuma mencoba, dan seperti candu paling dahsyat di dunia, kami tak pernah bisa menghentikannya bila menginginkannya. Seakan rela apabila semuanya direnggut dari kami asal buah itu tetap bisa kami rasakan.

Dalam naungan buah khuldi yang rindang, semua tempat memberikan romantisme yang berbeda. Kebun jagung, tepian sungai, gubuk pantai yang temaram diterangi sinar bulan, rumah kosong di tengah-tengah kebun teh, taman kecil di dalam kontrakanku, perbukitan di Kuta Tandingan, tangga rumah, kamar mandi.

Tempat-tempat itu tiba-tiba terbayang dan membuatku merana. Oh kekasihku, kau bagaikan sepenggal mantra sakti yang mampu mengubahku menjadi Aladdin.

Suaminya sudah tahu hubungan kami sejak 2 minggu yang lalu katanya. Namun dia tidak yakin karena hanya mendengar dari cerita orang. Walaupun orang tersebut bukan tipe orang yang gampang berbohong, tapi tetap dia belum yakin.

Sebuah kecerobohan Nurhasanah yang membuat suaminya menjadi yakin tentang affair istrinya denganku. Dia lupa menghapus sebuah pesan pendek yang baru saja masuk dariku dan tak lama kemudian suaminya pulang.

Dia tak bisa mengelak lagi tentang hubungan kami ketika sang suami mencecarnya habis-habisan. Dia tidak akan membiarkan aku bermain seenaknya dengan istrinya.

Dan besok suaminya pulang.


Demikianlah Artikel Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin

Sekianlah artikel Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin dengan alamat link https://infoasikindo.blogspot.com/2013/03/chapter-8-aladdin-tanpa-jin.html

0 Response to "Chapter 8 : Aladdin Tanpa Jin"

Post a Comment